Showing posts with label Mujahidah Islam. Show all posts
Showing posts with label Mujahidah Islam. Show all posts

Sunday, January 23, 2011

Umayyah binti Qais al-Ghiffariah, muslimah perawat di medan Jihad

Sebuah kalung dihadiahkan Rasulullah SAW atas keberanian Umayyah binti Qais al-Ghiffariah turun ke medan Perang Khaibar. Meskipun seorang perempuan, keberanian Umayyah untuk membela agama Allah SWT sungguh luar biasa. Ia membela agama Allah sesuai dengan kemampuannya.

Wanita pemberani itu turun ke medan perang untuk membantu dan merawat para sahabat yang terluka. Kalung yang disematkan Rasulullah SAW di leher Umayyah, merupakan tanda kekaguman atas pengorbanan dan keberanian sang perawat mujahidah.

Umayyah berasal dari suku Ghiffar, keturunan Abu Dzar al-Ghiffari. Pada saat masih remaja, cahaya iman yang ditebarkan Rasulullah SAW menyinari harinya. Ia pun rela menempuh perjalanan jauh demi bertemu tokoh idola sepanjang zaman, Rasulullah SAW. Umayyah menghadap Rasulullah dan berjanji untuk membantu perjuangan dakwah Islamiah.

Pada tahun ke-7 Hijriah atau 629 M, pasukan Rasulullah SAW bertempur melawan orang-orang Yahudi yang tinggal di Oasis Khaibar, sejauh 150 kilometer dari Madinah atau Timurlaut Semenanjung Arab. Dengan demikian, pertempuran itu dikenal sebagai Perang Khaibar. Perang itu terjadi tak lama setelah Perjanjian Hudaibiyah.

Mendengar pasukan Muslimin akan berangkat ke medan perang, Umayyah bersama beberapa wanita dari Bani Ghiffar bersegera lalu menghadap Rasulullah SAW. "Wahai Rasulullah, kami ingin keluar bersamamu (ke Khaibar), kami ingin mengubati mereka yang luka dan menolong kaum Muslimin semampu kami," ujar Umayyah seperti dituturkan Ibnu Hisyam dalam "Para Syuhada Wanita Khaibar dan Kisah Wanita dari Suku Ghiffar."

Friday, July 23, 2010

Hj. Fatimah Al-Najjar, nenek yang memburu syurga

Diriwayatkan Aisyah ra bertanya kepada Rasulullah SAW, ''Wahai Rasulullah, apakah wajib bagi perempuan berjihad?'' Jawab Rasul, ''Benar.'' Sehingga Aisyah terkejut. Sambung Rasul, ''Tetapi jihad yang tidak ada pembunuhan di dalamnya.'' ''Apa itu?'' tanya Aisyah. ''Yakni haji dan umrah,'' kata Nabi.

Walaupun wanita tidak diwajibkan jihad al-qital, tetapi mereka dibolehkan untuk turun ke medan jihad membantu pasukan mujahidin atau berperang jika perlu.

Dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW : “Barang siapa mati karena ia membela dirinya, maka ia mati syahid. Dan barang siapa yang mati disaat membela hartanya, maka ia syahid, dan barang siapa mati untuk membela kehormatannya, maka mereka syahid” (HR Bukhari jilid V hlm. 88, HR. Muslim No. 141)

"Aku persembahkan jiwa raga ini untuk Allah, Palestin dan Al-Aqsha. Aku berharap Allah dapat menerima amal ibadahku ini. Aku juga berkorban demi para tawanan Palestin. Selanjutnya aku sampaikan salam untuk Abul Abad (Haneya) dan Al-Dhaif (Komandan Al-Qassam)."


Umur tidak menjadi penghalang baginya untuk memburu syahid

Perkataan terakhir inilah yang disampaikan Syahidah Hj Fatimah Al-Najjar (57 tahun). Ia mengakhiri hidupnya dengan pengorbanan dan kecintaan pada negerinya. Sebagaimana Ia telah menanamkan kecintaaan mati syahid pada anak-anaknya, beberapa saat sebelum ia betemu dengan Tuhannya, ketika ia meledakan dirinya di tengah tentera Israel di Beth Hanon, Jalur Gaza.

Ummu Muhammad Fatimah Al-Najar adalah nenek pertama yang melakukan operasi mati syahid. Ia adalah salah satu daripada operasi isytishad kaum ibu Palestin yang sering kali menyaksikan pembunuhan terhadap anak-anaknya, kehormatanya dicabul, rumahnya dihancurkan, pepohonannya ditumbangkan dibawah pantauan masyarakat dunia yang membisu.

Friday, July 16, 2010

Selamat jalan ya Abi...

Sinopsis: Coretan ini mengisahkan pasangan suami isteri yang terpisah kerana panggilan Jihad. Memaparkan keluhan si isteri kerana terpaksa merelakan si suami berjuang meraih ganjaran tertinggi di jalan Allah, namun tetap redha dengan pemergian suami kerana yakin dengan janji-janji Allah walaupun pada saat gembira yang paling ditunggu ketika pertama kali dikhabarkan bakal menjadi ibu..

Panggilan Ilahi menjemput.. Si suami pergi berjuang fi sabilillah sehingga mati syahid.. Sehingga satu malam si isteri dipertemukan dengan si suami dengan izin Allah di dalam mimpinya, " Subhanallah"...

Kisah ini dalam bahasa Indonesia, tetapi perbezaan bahasanya tidaklah terlalu ketara. Kisah benar yang menarik untuk pengisian, yang terjadi pada salah seorang sahabiah dari Indonesia. Dikutip dari laman Muhammad Al-Ikhwan [ link ]. Selamat membaca.


"Penat, pening tidak seperti biasa!!.. keluhku", aku tiba di rumah sakit, setelah sejam perjalanan. Ruang tunggu klinik itu masih penuh pengunjung..

Aku duduk di salah satu sudut bersebelahan dengan seorang wanita seusiaku. Rasa letih yang amat sangat dan linunya persendian ditingkah pula oleh pening di kepala yang semakin terasa berat. Wangian parfum dari wanita muda di sebelahku menghentak-hentak rasa mual dalam perut ini. Syukurlah namaku segera dipanggil oleh seorang perawat yang manis. Segera aku masuk ke ruang kerja dokter. Seraut wajah tegar menyambutku dengan senyum tipis. Aku pun duduk di kursi seberang meja berhadapan dengannya.

" Nyonya A ?" tanyanya. Aku mengiyakan. " Saya sudah lihat hasil laboratoriumnya , nyonya positif." Lanjutnya pula." Bagaimana dok ?" tanyaku berharap ketegasan. " Anda hamil." Disebutkannya usia kandunganku yang rupanya sedang dalam masa emesis. Oh alangkah sulitnya kuungkapkan perasaan hatiku ketika itu. Bertahun-tahun aku menantikannya.

Monday, July 5, 2010

Kubur berkata ketika Fatimah Az-Zahra dikebumikan

Dikisahkan bahawa sewaktu Fatimah r.a. meninggal dunia maka jenazahnya telah diusung oleh 4 orang, antara mereka ialah :

1.    Ali bin Abi Talib (suami Fatimah r.a)

2.    Hasan (anak Fatima r.a)

3.    Husin (anak Faimah r.a)

4.    Abu Dzafrrin Al-Ghifary r.a

Sewaktu jenazah Fatimah r.a diletakkan di tepi kubur maka Abu Dzafrrin Al-Ghifary r.a berkata kepada kubur, "Wahai kubur, tahukah kamu jenazah siapakah yang kami bawakan kepada kamu ? Jenazah yang kami bawa ini adalah Siti Fatimah az-Zahra, anak Rasulullah S.A.W."
 
Fatimah r.a., puteri kesayangan Rasulullah SAW

Maka berkata kubur, "Aku bukannya tempat bagi mereka yang berdarjat atau orang yang bernasab, adapun aku adalah tempat amal soleh, orang yang banyak amalnya maka dia akan selamat dariku, tetapi kalau orang itu tidak beramal soleh maka dia tidak akan terlepas dari aku (akan aku layan dia dengan seburuk-buruknya)."

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails