Saturday, August 21, 2010

Sejarah puasa dan keutamaan bulan Ramadhan

Maksud Firman Allah SWT:  "Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan alas kamu puasa (Ramadhan) sebagaimana telah diwajibkan atas orangorang sebelum kamu." (QS AI Baqarah:183).

Ramadhan, bulan kemulian dan pengharapan pada keampunan Tuhan

Dan Sa'id bin Jubair ra: "Puasa orang sebelum kita adalah dari waktu Isyak sampai menjelang malam berikut sebagaimana dalam permulaan Islam."

Segolongan ulama mengatakan: "Puasa itu wajib bagi orang-orang Nasara, meskipun waktu itu amat panas atau sangat dingin, dimana mereka kesulitan dalam perjalanannya atau sebahagian kehidupannya. Maka sepakatlah pendapat para pembesar mereka untuk menjadikan puasa itu di antara musim hujan dan musim kemarau. Maka mereka menjadikannya pada musim bunga, serta menambah sepuluh hari lagi sebagai tebusan atas kelemahan mereka.

Kemudian raja mereka buat janji apabila dapat terlepas dari wabak penyakitnya, akan menambah puasa sepuluh hari lagi. Setelah terbebas, mereka pun menambah sepuluh hari lagi. Kemudian digantikan oleh raja lain. Raja itu berkata, sempurnakan saja puasa itu lima puluh hari. Ternyata ada lagi wabak penyakit menimpa haiwan, maka raja itu berkata, tambahilah puasamu sepuluh hari lagi!"Bahkan dikatakan pula: "Sepuluh hari lagi sesudah itu!"Dikatakan: Setiap umat diwajibkan puasa di bulan Ramadhan, hanya saja mereka menyesatkannya."

Al-Bughawi mengatakan: "Yang benar adalah bahawa Ramadhan itu adalah nama sebuah batu yang dipanaskan. Kerana mereka berpuasa diwaktu yang amat panas." Dan dikatakan juga, kerana Ramadhan itu dapat membakar dosa."

Puasa Ramadhan itu diwajibkan pada tahun kedua setelah hijrah dan kafirlah orang yang menentang akan kewajipannya. Dalam soal ini banyak disebutkan dalam Hadis Nabi saw. Antara lain, sabda baginda SAW:

"Ketika malam pertama bulan Ramadhan, semua pintu yang ditutup. Dan Allah memerintahkan juru panggil yang memanggil: "Wahai pencari kebaikan, mengadaplah! Wahai pelaku kejahatan, hentikanlah!" Kemudian dia berkata!" Setiap yang mohon ampun akan diampuni, setiap yang meminta akan dipenuhi permintaannya, dan setiap yang bertaubat akan diterima taubatnya." Tak hentinya dia selalu mengatakan demikian sampai datang subuh. Dan setiap malam 'Idul Fitri, Allah membebaskan juga satu orang dari neraka yang mestinya mendapat siksa."

Dari Salman Al-Farisi ra, dia berkata: "Rasulullah SAW berkata kepada kami pada akhir bulan Sya'ban. Baginda bersabda:

"Wahai sekalian manusia, akan datang kepadamu bulan yang di situ terdapat malam Al-Qadar yang lebih baik daripada seribu malam. Allah telah mewajibkan puasanya dan mensunnahkan ibadah malamnya. Siapa yang beribadah di malam Lailatul Qadar dengan satu macam dari kebaikan, sepertinya dia melakukan ibadah wajib pada bulan lainnya. Dan siapa melakukan ibadah wajib, ia seperti orang yang melakukan tujuh puluh ibadah wajib di bulan lainnya. Dia itu bulan sabar. Pahala sabar adalah syurga. Ia bulan di mana rezeki orang mukmin ditambah. Siapa yang memberi makan untuk berbuka puasa, ia mendapat (pahala) memerdekakan budak dan ampunan bagi dosanya." Kami bertanya: "Wahai Rasulullah, tidak setiap kami menemukan sesuatu yang untuk berbuka."

Baginda bersabda: "Allah memberi pahala kepada orang yang memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa seteguk susu atau air atau sebiji kurma. Barang siapa memberi makan hingga kenyang orang yang berpuasa, ia akan mendapatkan ampunan bagi dosanya dan Tuhan akan memberinya minum dari telagaku seteguk sehingga tak akan haus selamanya. Dan untuknya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa kurang sedikit pun. Itulah bulan yang awalnya penuh rahmat, tengahnya penuh ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Siapa yang memberatkan hambanya pada bulan itu, Allah akan memerdekakannya dari neraka.

Perbanyaklah pada bulan itu melakukan empat hal; yang dua membuatmu diredha Tuhan, yang dua lagi kamu akan mendapatkan sesuatu yang pasti kamu inginkan. Adapun dua yang membuatmu diredhai Tuhan adalah syahadat bahawa tak ada Tuhan selain Allah dan kamu memohon ampun kepada-Nya. Sedangkan dua yang menjamin kamu akan mendapatkan syurga kepada Tuhanmu dan memohon perlindungan kepada-Nya dari api neraka."

Dalam Hadis yang lain Nabi SAW bersabda:

"Siapa berpusa pada bulan Ramadhan kerana iman dan mengharapkan redha Allah, akan diampuni dosanya yang terdahulu dan kemudian."

Sabda baginda lagi:

"Setiap amal manusia itu untuknya kecuali puasa ia adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya."

Sabda Rasulullah SAW lagi:

"Di bulan Ramadhan, umatku telah diberi lima hal yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya; bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah daripada keharuman misik, para malaikat memohon ampun untuk mereka sampai mereka berbuka, juga pada bulan itu syaitan diikat, dan setiap hari Allah menghiasi syurga dan berkata: "Hamba-hamba-Ku yang soleh hindarkan dari keburukan dan penyakit", serta Allah mengampuni mereka pada akhir malam dari bulan Ramadhan."

Dikatakan: "Wahai Rasulullah, apakah itu malam Lailatul Qadar?" Rasulullah SAW menjawab "Tidak, akan tetapi orang yang beramal akan diberikan upahnya setelah selesai dia bekerja."

No comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails