Monday, February 14, 2011

Sambut Valentine atau sambut Neraka?

Hukum Meraikan Valentine Dalam Islam

Rasulullah SAW telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam. Sabda baginda, ”Barangsiapa meniru (adat/perbuatan) suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut ” [HR. At-Tirmidzi] .

Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, ” Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut HARAM “.

Mengapa? kerana ia telah memberi selamat atau merestui atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah subhanahu wata’ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah subhanahu wata’ala dan lebih dimurkai daripada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.

Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan, ” Merayakan Hari Valentine itu tidak boleh ”, kerana alasan berikut :

Pertama: Ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari’at Islam.

Kedua : Ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara remeh seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) -semoga Allah meredhai mereka-.

Contoh : Ada seorang gadis mengatakan bahawa ia tidak mengikuti keyakinan mereka (Barat), hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.

Memang benar ia tidak menyatakan keyakinan atau kebenaran keraian sambutan, tetapi dengan memberikan makna cinta pada hari tersebut, bermakna ia semacam mengiakan kewujudan hari Valentine tanpa sedar.

Saudaraku!! Ini adalah suatu kelalaian, mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang dianggap tidak apa, tapi lebih mencerminkan peng"adopt"sian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normal dalam pergaulan antara lelaki dan perempuan sehingga saat ini kita melihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda. Hendaknya setiap Muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah subhanahu wata’ala melindungi kaum Muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang nampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.

Di dalam ayat lainnya, ertinya, ” Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (QS Al-Mujadilah: 22).

Jadi, kesimpulan dari hukum Perayaan Valentine adalah sebagai berikut :

Seorang Muslim dilarang untuk meniru-niru kebiasan orang-orang selain Islam, apalagi jika yang ditiru adalah sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan, pemikiran dan adat kebiasaan mereka atau lebih spesifiknya langsung bertentangan dengan syariat agama Islam.

Bahawa mengucapkan selamat terhadap acara kekufuran (berkaitan akidah) adalah lebih besar dosanya dari pada mengucapkan selamat kepada kemaksiatan seperti meminum minuman keras dan sebagainya.

Haram hukumnya umat Islam ikut merayakan Hari Raya agama kafir.

Valentine’s Day adalah Hari Raya bagi Kristian untuk memperingati pendeta St. Valentin yang dihukum mati karena menentang Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu tidak boleh umat Islam memperingati hari Valentine’s tersebut.

Apakah kita sanggup untuk menikmati rasa cinta sementara dan merana selamanya diakhirat? sambut Valentine bermakna semakin dekat jalan menuju Neraka. Berfikir panjang dan hayatilah setiap apa yang terkandung dalam ajaran Islam. Berkasihlah bila sudah diijab kabul, kemanisan bercinta lebih indah bila semuanya berlandaskan syariat.

Renungan untuk semua

Neraka itu disediakan untuk umat Muhammad SAW yang lalai dengan kehidupan dunia. Tempatnya terlalu azab sehingga tidak mampu dibayang dek akal, Rasulullah SAW bersabda, "Bahawa Jahannam itu hitam pekat. Tidak ada cahaya atau kilatan, Ada tujuh pintu. Disetiap pintu ada tujuh puluh ribu gunung. Di setiap gunung ada tujuh puluh ribu bukit dari api. Tiap bukit ada tujuh puluh ribu celah. Tiap celah ada tujuh puluh ribu jurang dari api. Dalam tiap jurang ada tujuh puluh ribu kala jengking. Tiap kala jengking ada tujuh puluh ribu ekor. Tiap ekor ada tujuh puluh ribu sengat. Seiap sengat ada tujuh puluh ribu racun. Pada hari Kiamat tutupnya dibuka. Asapnya mengepung kanan dan kiri, belakang, bawah, atas manusia dan jin. Ketika mereka melihatnya, mereka lemas dan menjerit: Tuhan, selamatkanlah aku!."

No comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails